Ayah Karya Pusi Ken

                      Ayah 

Kulit wajah mu mulai mengeriput 

Rambut mu mulai memutih 

Badan mu mulai sakit-sakitan 


Telapak tangan ayah sangatlah 

kasar hingga mengelupas

Telapak kaki ayah pun

Sudah pecah-pecah 


Ku pandangi wajah ayah

Sangatlah bersinar 

Senyumannya begitu teduh

Tatapannya begitu ramah 


Ayah rela pergi pagi pulang malam 

Bahkan tak tidur seharian di rumah 

Demi untuk keluarga dan anak-anaknya


Keringat yang membasahi tubuh ayah

Sebagai tanda jeri payah perjuangan ayah

Wajah yang dulu putih kini menghitam 

Akibat terik matahari yang menyinari ayah 


Ayah rela menahan lapar 

Dari pada Melihat anaknya kelaparan 

Ayah rela memakai baju yang sudah rapuh 

Dari pada melihat anaknya 

kekurangan 


Ayah adalah matahariku

Tampa ayah aku hanyalah

Debu yang bertaburan 


Makasih ya ayah 

Semoga keringat ayah yang bercucuran 

Digantikan dengan air mata bangga ayah terhadap putri kecil ayah ini



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menganalisis unsur intrinsik dalam puisi Ayah karya ( Pusi Ken)

3 buah Pantun anak-anak