Postingan

Menganalisis unsur intrinsik Puisi Ajal karya (Pusi Ken)

 Saya akan menganalisis unsur intrinsik dalam puisi "Ajal" tersebut: 1. Tema: - Kematian dan perjalanan seseorang menghadapi sakaratul maut hingga berada di alam kubur - Penderitaan dan ketakutan dalam menghadapi kematian 2. Tokoh: - Seseorang yang menghadapi kematian (aku lirik) - Malaikat maut (disebutkan di bait pertama) - Ibu dan ayah (disebutkan di bait keempat) 3. Latar: - Tempat:    a. Di tempat seseorang meninggal (pembaringan)   b. Di dalam kubur - Suasana:    a. Mencekam   b. Menakutkan   c. Menyakitkan   d. Kesepian dan kegelisahan 4. Alur: Menggunakan alur maju: - Dimulai dari kedatangan malaikat maut - Proses sakaratul maut yang menyakitkan - Terbaring di tengah kerumunan - Dipindahkan ke kubur - Ditinggalkan sendiri di alam kubur - Merasakan siksaan kubur 5. Sudut Pandang: - Menggunakan sudut pandang orang pertama (aku lirik) yang menceritakan pengalaman kematiannya sendiri 6. Gaya Bahasa: - Simile: "Seperti kambing yang di kuli...

Menganalisis unsur intrinsik dalam puisi Ayah karya ( Pusi Ken)

 Saya akan menganalisis unsur intrinsik dalam puisi "Ayah" tersebut: 1. Tema: -Kasih sayang dan pengorbanan seorang ayah untuk keluarganya - Perjuangan dan kerja keras seorang ayah dalam menghidupi keluarga 2. Tokoh: - Ayah: sebagai tokoh utama yang digambarkan sebagai sosok pekerja keras dan penuh pengorbanan - Anak (penulis): sebagai tokoh yang mengamati dan menghargai perjuangan ayahnya 3. Latar: - Waktu: menggambarkan perjalanan waktu dari masa lalu hingga sekarang (terlihat dari perubahan fisik ayah) - Tempat: tidak disebutkan secara spesifik, tetapi menggambarkan lingkungan kerja di bawah terik matahari - Suasana: penuh haru, kagum, dan syukur 4. Alur: - Menggunakan alur maju, dimulai dari penggambaran kondisi fisik ayah saat ini - Dilanjutkan dengan cerita pengorbanan dan perjuangan ayah - Diakhiri dengan ungkapan terima kasih dan harapan 5. Sudut Pandang: - Menggunakan sudut pandang orang pertama (aku) - Penulis sebagai anak yang mengamati dan menceritakan sosok ayahn...

3 buah Pantun anak-anak

             Pantun anak-anak  Menyusuri sungai Batanghari  Melihat kapal hilir mudik  Mari kita jaga bumi Lingkungan bersih hidup menjadi baik Pergi ke pasar beli durian  Sekalian beli buah rambutan  Anak pintar rajin beriman  Pasti kelak jadi unggulan  Makan kolak pakai sendok  Di pinggir sungai Batanghari  Anak baik tidak sombong  Pasti disayang setiap hari 

2 buah Pantun Remaja

           Pantun Remaja  Jalan-jalan ke muara Jambi  Singgah sebentar di Gentala Arasy Masa muda jangan main hati  Utamakan sekolah juga presentasi  Pergi ke pasar beli mangga  Di tepi sungai Batanghari  Masa remaja penuh gembira  Tapi ingat kewajiban diri

2 buah Pantun orang tua

         Pantun untuk orang tua  Buah durian dari Kuala  Dibawa menyusur sungai Batanghari  Orang tua pemberi segala  Jasanya tak terganti sampai nanti  Sungai Batanghari mengalir tenang  Air jernih sampai ke muara Pada orang tua jangan curang  Hormat bakti harus sepanjang masa

2 buah Pantun lucu Jambi

             Pantun lucu Pergi mancing ke Danau Sipin Dapat ikan Bawak ke rumah  Jangan sering melamun sendirian  Nanti digangguin makhluk tak ramah  Pergi ke pasar beli durian Durian Jambi memang terkenal  Lagi galau mikirin calon Eh ternyata dia udah kenal 

Ayah Karya Pusi Ken

                      Ayah  Kulit wajah mu mulai mengeriput  Rambut mu mulai memutih  Badan mu mulai sakit-sakitan  Telapak tangan ayah sangatlah  kasar hingga mengelupas Telapak kaki ayah pun Sudah pecah-pecah  Ku pandangi wajah ayah Sangatlah bersinar  Senyumannya begitu teduh Tatapannya begitu ramah  Ayah rela pergi pagi pulang malam  Bahkan tak tidur seharian di rumah  Demi untuk keluarga dan anak-anaknya Keringat yang membasahi tubuh ayah Sebagai tanda jeri payah perjuangan ayah Wajah yang dulu putih kini menghitam  Akibat terik matahari yang menyinari ayah  Ayah rela menahan lapar  Dari pada Melihat anaknya kelaparan  Ayah rela memakai baju yang sudah rapuh  Dari pada melihat anaknya  kekurangan  Ayah adalah matahariku Tampa ayah aku hanyalah Debu yang bertaburan  Makasih ya ayah  Semoga keringat ayah yang bercucuran  Digantikan...