Ajal Karya Pusi Ken

                           Ajal

Sewaktu ajal mendatang 

Malaikat maut segera menjelang 

Seperti kambing yang di kulit hidup-hidup 

Rasa sakit yang tak terbilang 


Terbaring di tengah-tengah kerumunan 

Lantunan ayat-ayat suci Allah 

yang didengarkan

Terdiam bisu tanpa suara 


Dari pembaringan tersadar sudah di dalam kubur 

Mendapatkan ujung kain yang tiada lagi bertepi

Dan hanya memakai kain berwarna putih 


Terdengar langkah demi langkah  menjauh 

Memanggil ibu ayah tidak lagi yang mendengar 

Rasa takut dan gelisah mulai menghantui 


Mati itu terlalu sakit 

Di dalam kubur terlalu sempit

Lipan pun mulai mengigit 

Papan dan bumi mulai mengimpit





Komentar

  1. Untuk puisinya sudah bagus, tapi ada kata-kata yg harus di ubah sedikit biar membacanya lebih menghayati..

    BalasHapus
  2. Y baik makasih Saran dan, masukannya

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menganalisis unsur intrinsik dalam puisi Ayah karya ( Pusi Ken)

Ayah Karya Pusi Ken

3 buah Pantun anak-anak